Selasa, 30 November 2010
ANINDYA NOVYAN BAKRIE: Pengusaha Muda yang Bersahaja
KabarIndonesia - Tubuh atletis, wajah tampan, berjiwa muda dan berwawasan luas. Itulah gambaran sekilas tentang sosok usahawan muda Indonesia yang satu ini, pria kelahiran Jakarta 10 November 1974. Dengan semangat jiwa muda dan wawasan luas yang ia miliki, ditunjang oleh pengalaman menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, dia mampu menjalankan beberapa perusahaan besar sekaligus di bawah satu kontrol kepemimpinannya. Bahkan, pebisnis muda lulusan M.B.A dari Stanford Graduate School of Business, California, Amerika Serikat, ini juga telah menunjukkan kepiawaiannya memecahkan berbagai persoalan dan kemelut yang beberapa kali hadir melanda perusahaan di tengah persaingan bisnis yang sangat ketat.
Anindya Novyan Bakrie, itulah nama lengkap putra pertama dari Menteri Koordinator Bidang Kesra di Kabinet Indonesia Bersatu, Aburizal Bakrie. Pengusaha yang lebih akrab disapa Pak Anin oleh para kolega bisnis dan stafnya ini, adalah Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk, perusahaan yang dikenal luas dengan produk telepon seluler tarif murah “Esia”. Suami dari Firdiani Saugi dan ayah dari 3 anak – Alisha Anastasia Bakrie (P), Azra Fadilla Bakrie (P) dan Akila Abunindya Bakrie (L) – ini pernah “magang” di perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk. sebagai Deputi Kepala Operasi dan Direktur Pelaksana pada periode 1997-1999. Ia selanjutnya mendapat amanat penuh dari orang tuanya untuk memimpin beberapa perusahaan milik keluarga, salah satunya PT Bakrie Telecom Tbk.
Sebagai seorang presiden direktur di perusahaan besar pertelekomunikasian Indonesia, khususnya yang berbasis teknologi CDMA, Anindya selalu mendapatan pelajaran baru dari setiap langkah bisnis yang ia lakukan dalam memajukan pertelekomunikasian di tanah air. Sebagai anak muda, ia tidak pernah berhenti belajar, menimba ilmu dan pengalaman dari para senior. Hal ini tercermin dari jawaban pendeknya atas pertanyaan apa kiat dan rahasia keberhasilannya dalam mengelola usaha selama ini. “Saya belum pas untuk pertanyaan itu, karena saya sendiri masih belajar, belum punya kiat dan rahasia sukses,” katanya. Namun demikian, Anindya senantiasa terbuka kepada setiap orang yang ingin mencoba untuk mencontoh atau berbagi pengalaman sukses dalam mengelola bisnis di bidang telekomunikasi seperti yang digelutinya saat ini.
Selain menahkodai PT Bakrie Telecom Tbk, Anindya juga masuk dalam jajaran puncak memimpin beberapa perusahaan besar lainnya, yakni pada PT Lativi Media Karya (Lativi, yang berganti nama menjadi tvOne pada 14 Februari 2008 lalu) sebagai Presiden Komisaris, PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV) sebagai Presiden Direktur, dan di perusahaan Capital Managers Asia Pte., Ltd. (berpusat di Singapura) sebagai Chief Operating Officer. Dengan jabatan pimpinan di berbagai lembaga bisnis tersebut, dapat dibayangkan betapa sibuknya seorang Anindya bekerja dan berkarya mencapai tujuan usaha yang sedang ditekuni. Oleh karena itu, kesediaan tokoh pengusaha muda belia yang juga aktif di organisasi Kadin Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap bidang Komunikasi dan Penyiaran ini menerima tim redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) di ruang kerjanya di Wisma Bakrie, Kuningan – Jakarta, untuk sebuah wawancara eksklusif beberapa waktu lalu menjadi sebuah momen langka dan amat istimewa.
Anindya ternyata seorang yang sederhana, bila tidak dapat dikatakan sangat bersahaja. Seperti layaknya pemuda pribumi Indonesia kebanyakan, ia terlihat biasa saja; ditunjang oleh sifat santun yang amat kentara jauh dari kesan bahwa ia seorang konglomerat kaya-raya; penampilannya saat itu menepis anggapan bahwa anak-anak pejabat menyenangi kehidupan glamour dan angkuh. Senyum yang senantiasa menghiasi wajahnya menambah “tenteram” suasana hati setiap tetamu yang hadir, ditambah percakapan bersahabat disertai tawa lepas ciri khas lelaki muda yang mudah bergaul dengan semua kalangan.
Anindya adalah seorang Muslim yang taat. Hal ini tercermin dari seringnya ungkapan syukur yang terlontar dari mulutnya di sela-sela pembicaraan; menurut rekan-rekannya ia juga rajin beribadah. Lulusan BSc. dari Northwestern University, Illionis, Amerika Serikat, yang pada pertemuan beberapa waktu lalu itu mengenakan kemeja biru terang dan celana jeans, terkesan kuat memiliki aura kepemimpinan yang amat baik. Dalam penampilan yang bersahaja itu ia tetap terlihat sebagai seorang pemimpin profesional, yang tercermin juga dari tutur kata serta gaya berbicara yang terstruktur, analisis, bervisi jauh ke depan, serta memiliki bobot keilmuan yang tinggi.
Sesungguhnya seorang Anindya bukanlah apa-apa walau ia terlahir dari keturunan keluarga mapan dan kaya mulai garis keluarga kakeknya, alm. H. Achmad Bakrie. Usaha yang dirintis dan dijalankannya saat ini, bila boleh dikatakan berhasil, itu tidak lepas dari kemampuan individu-nya sebagai seorang usahawan. “Darah bisnis” bawaan dari orang tuanya mungkin saja menjadi modal besar dalam mengelola suatu usaha. Dan hal tersebut lebih bermakna ketika Anindya telah mempersiapkan dirinya sendiri untuk menjadi pebisnis melalui pendidikan hingga ke tingkat Master ditambah kegigihannya menimba ilmu filosofi bisnis dari alm. kakeknya.
“Dalam hidup ini, terutama ketika menggeluti sebuah usaha, hal yang perlu ditanamkan adalah bahwa apapun yang dilaksanakan harus bermanfaat dan berguna bagi banyak orang,” demikian pesan kakeknya seperti dituturkan Anindya. Sebuah filsafat hidup sarat makna yang amat fundamental sebagai landasan berpijak dalam setiap kegiatan yang kita inginkan berhasil dengan baik. Hampir semua orang pernah mendengar dan tahu dengan pesan “moral” itu, namun tidak banyak yang mampu melakukannya dengan konsisten. Padahal, justru prinsip tersebut merupakan salah satu penentu berhasil-tidaknya seorang pengusaha.
Kalkulasi kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan adalah salah satu pesan penting Anindya bagi sesama generasi muda serta penerus bangsa. Menurutnya, saat ini, komposisi penduduk Indonesia menunjukkan bahwa 65% adalah penduduk usia di bawah 35 tahun. Masa depan bangsa dan negara Indonesia pada 15 atau 20 tahun mendatang ditentukan oleh generasi yang 65% itu. Oleh karenanya, keadaan Indonesia pada 15 atau 20 tahun akan datang dapat diprediksi dengan melihat karakter dan keadaan generasi muda saat ini. Artinya, para pemuda dan generasi remaja perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyongsong masa 20 tahun nanti itu.
“We are living in an interesting time,” kata Anindya menggambarkan bahwa generasi muda saat ini sedang hidup di zaman yang amat menarik penuh tantangan. Yang oleh sebab itu, mereka perlu memiliki karakter inovator dan kreator handal jika ingin bangsa dan negaranya maju, tidak tertinggal lebih jauh dari bangsa-bangsa lain. Satu kebanggaan bagi Anindya adalah bahwa dari data survey, terdapat 85% pebisnis Indonesia di Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah generasi muda. Ini mengindikasikan bahwa semangat membangun dan berkarya kalangan muda cukup baik.
Percakapan dengan mantan analis keuangan Salomon Brothers Inc. (New York) ini makin hangat ketika HOKI memintanya untuk memberi penjelasan tentang konsep dasar menyediakan layanan telekomunikasi telepon seluler Esia dengan tarif yang dinilai “amat murah” kepada masyarakat. Anindya, yang saat ini aktif sebagai Sekretaris Jenderal The Asia Pasific Media Forum, dengan bersemangat menguraikan panjang lebar tentang landasan logis untuk berani tampil berbeda dari lembaga penyedia jasa telekomunikasi lainnya di tanah air.
Secara gampang, ia mengambil contoh pengalaman dari dunia penerbangan Indonesia yang telah memunculkan “pemenang” dari kelompok maskapai baru yang notabene “baru seumur jagung” dibandingkan pemain lama. Sebutlah Air Asia dan Lion Air yang dalam waktu tidak lebih dari 3 tahun tampil sebagai perusahaan penerbangan papan atas di tanah air melalui konsep tiket murah, dan bahkan terbang gratis selama setahun. Kenyataan ini merefleksikan bahwa keuntungan tidak hanya dapat dihitung dari seberapa besar selisih modal dengan penjualan, tetapi melalui perhitungan berapa banyak produk yang terjual. Kongkritnya, walau keuntungan satuan barang kecil tetapi terjangkau oleh lebih banyak konsumen, maka keuntungan tetap akan diraih oleh sebuah perusahaan, apapun jenis usahanya.
Fenomena tarif murah Esia kembali membuktikan bahwa filosofi “kebermanfaatan bagi orang banyak” serta “kesederhanaan”, tidak perlu mahal, adalah sebuah prinsip hidup yang bernilai kebenaran. “Tidak penting banyak untung dalam sekejap, yang paling dibutuhkan adalah konsistensi dan kontinuitas. Harga murah itu penting bagi sebagian besar masyarakat kita, dan bila dalam harga murah itu kita masih bisa memetik keuntungan walau sedikit, mengapa kita ragu untuk melakukan bisnis dengan harga murah?” demikian komentar Anindya setengah bertanya.
Berdasarkan pengalaman di tahun 2007 lalu, dimana Esia dapat membukukan 3,8 juta pelanggan produk perusahaannya, Anindya yang menyukai olahraga lari marathon ini, menargetkan pencapaian angka 7 juta pelanggan Esia pada tahun 2008. Angka itu diharapkan dapat bertambah hingga 10,5 juta di tahun 2009, dan ia optimis di akhir 2010, Esia akan digunakan oleh tidak kurang 14 juta pelanggan. Pencapaian angka spektakuler itu tentu bukan sesuatu yang mudah, di tengah persaingan yang amat ketat di antara para pebisnis telekomunikasi yang semakin bertambah jumlahnya. Namun, semangat jiwa muda yang dibarengi oleh kemampuan melakukan inovasi menjadi kunci sukses bagi seorang Anindya Novyan Bakrie.
Selamat berkarya Pak Anin!
Anindya Novyan Bakrie, itulah nama lengkap putra pertama dari Menteri Koordinator Bidang Kesra di Kabinet Indonesia Bersatu, Aburizal Bakrie. Pengusaha yang lebih akrab disapa Pak Anin oleh para kolega bisnis dan stafnya ini, adalah Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk, perusahaan yang dikenal luas dengan produk telepon seluler tarif murah “Esia”. Suami dari Firdiani Saugi dan ayah dari 3 anak – Alisha Anastasia Bakrie (P), Azra Fadilla Bakrie (P) dan Akila Abunindya Bakrie (L) – ini pernah “magang” di perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk. sebagai Deputi Kepala Operasi dan Direktur Pelaksana pada periode 1997-1999. Ia selanjutnya mendapat amanat penuh dari orang tuanya untuk memimpin beberapa perusahaan milik keluarga, salah satunya PT Bakrie Telecom Tbk.
Sebagai seorang presiden direktur di perusahaan besar pertelekomunikasian Indonesia, khususnya yang berbasis teknologi CDMA, Anindya selalu mendapatan pelajaran baru dari setiap langkah bisnis yang ia lakukan dalam memajukan pertelekomunikasian di tanah air. Sebagai anak muda, ia tidak pernah berhenti belajar, menimba ilmu dan pengalaman dari para senior. Hal ini tercermin dari jawaban pendeknya atas pertanyaan apa kiat dan rahasia keberhasilannya dalam mengelola usaha selama ini. “Saya belum pas untuk pertanyaan itu, karena saya sendiri masih belajar, belum punya kiat dan rahasia sukses,” katanya. Namun demikian, Anindya senantiasa terbuka kepada setiap orang yang ingin mencoba untuk mencontoh atau berbagi pengalaman sukses dalam mengelola bisnis di bidang telekomunikasi seperti yang digelutinya saat ini.
Selain menahkodai PT Bakrie Telecom Tbk, Anindya juga masuk dalam jajaran puncak memimpin beberapa perusahaan besar lainnya, yakni pada PT Lativi Media Karya (Lativi, yang berganti nama menjadi tvOne pada 14 Februari 2008 lalu) sebagai Presiden Komisaris, PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV) sebagai Presiden Direktur, dan di perusahaan Capital Managers Asia Pte., Ltd. (berpusat di Singapura) sebagai Chief Operating Officer. Dengan jabatan pimpinan di berbagai lembaga bisnis tersebut, dapat dibayangkan betapa sibuknya seorang Anindya bekerja dan berkarya mencapai tujuan usaha yang sedang ditekuni. Oleh karena itu, kesediaan tokoh pengusaha muda belia yang juga aktif di organisasi Kadin Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap bidang Komunikasi dan Penyiaran ini menerima tim redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) di ruang kerjanya di Wisma Bakrie, Kuningan – Jakarta, untuk sebuah wawancara eksklusif beberapa waktu lalu menjadi sebuah momen langka dan amat istimewa.
Anindya ternyata seorang yang sederhana, bila tidak dapat dikatakan sangat bersahaja. Seperti layaknya pemuda pribumi Indonesia kebanyakan, ia terlihat biasa saja; ditunjang oleh sifat santun yang amat kentara jauh dari kesan bahwa ia seorang konglomerat kaya-raya; penampilannya saat itu menepis anggapan bahwa anak-anak pejabat menyenangi kehidupan glamour dan angkuh. Senyum yang senantiasa menghiasi wajahnya menambah “tenteram” suasana hati setiap tetamu yang hadir, ditambah percakapan bersahabat disertai tawa lepas ciri khas lelaki muda yang mudah bergaul dengan semua kalangan.
Anindya adalah seorang Muslim yang taat. Hal ini tercermin dari seringnya ungkapan syukur yang terlontar dari mulutnya di sela-sela pembicaraan; menurut rekan-rekannya ia juga rajin beribadah. Lulusan BSc. dari Northwestern University, Illionis, Amerika Serikat, yang pada pertemuan beberapa waktu lalu itu mengenakan kemeja biru terang dan celana jeans, terkesan kuat memiliki aura kepemimpinan yang amat baik. Dalam penampilan yang bersahaja itu ia tetap terlihat sebagai seorang pemimpin profesional, yang tercermin juga dari tutur kata serta gaya berbicara yang terstruktur, analisis, bervisi jauh ke depan, serta memiliki bobot keilmuan yang tinggi.
Sesungguhnya seorang Anindya bukanlah apa-apa walau ia terlahir dari keturunan keluarga mapan dan kaya mulai garis keluarga kakeknya, alm. H. Achmad Bakrie. Usaha yang dirintis dan dijalankannya saat ini, bila boleh dikatakan berhasil, itu tidak lepas dari kemampuan individu-nya sebagai seorang usahawan. “Darah bisnis” bawaan dari orang tuanya mungkin saja menjadi modal besar dalam mengelola suatu usaha. Dan hal tersebut lebih bermakna ketika Anindya telah mempersiapkan dirinya sendiri untuk menjadi pebisnis melalui pendidikan hingga ke tingkat Master ditambah kegigihannya menimba ilmu filosofi bisnis dari alm. kakeknya.
“Dalam hidup ini, terutama ketika menggeluti sebuah usaha, hal yang perlu ditanamkan adalah bahwa apapun yang dilaksanakan harus bermanfaat dan berguna bagi banyak orang,” demikian pesan kakeknya seperti dituturkan Anindya. Sebuah filsafat hidup sarat makna yang amat fundamental sebagai landasan berpijak dalam setiap kegiatan yang kita inginkan berhasil dengan baik. Hampir semua orang pernah mendengar dan tahu dengan pesan “moral” itu, namun tidak banyak yang mampu melakukannya dengan konsisten. Padahal, justru prinsip tersebut merupakan salah satu penentu berhasil-tidaknya seorang pengusaha.
Kalkulasi kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan adalah salah satu pesan penting Anindya bagi sesama generasi muda serta penerus bangsa. Menurutnya, saat ini, komposisi penduduk Indonesia menunjukkan bahwa 65% adalah penduduk usia di bawah 35 tahun. Masa depan bangsa dan negara Indonesia pada 15 atau 20 tahun mendatang ditentukan oleh generasi yang 65% itu. Oleh karenanya, keadaan Indonesia pada 15 atau 20 tahun akan datang dapat diprediksi dengan melihat karakter dan keadaan generasi muda saat ini. Artinya, para pemuda dan generasi remaja perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyongsong masa 20 tahun nanti itu.
“We are living in an interesting time,” kata Anindya menggambarkan bahwa generasi muda saat ini sedang hidup di zaman yang amat menarik penuh tantangan. Yang oleh sebab itu, mereka perlu memiliki karakter inovator dan kreator handal jika ingin bangsa dan negaranya maju, tidak tertinggal lebih jauh dari bangsa-bangsa lain. Satu kebanggaan bagi Anindya adalah bahwa dari data survey, terdapat 85% pebisnis Indonesia di Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah generasi muda. Ini mengindikasikan bahwa semangat membangun dan berkarya kalangan muda cukup baik.
Percakapan dengan mantan analis keuangan Salomon Brothers Inc. (New York) ini makin hangat ketika HOKI memintanya untuk memberi penjelasan tentang konsep dasar menyediakan layanan telekomunikasi telepon seluler Esia dengan tarif yang dinilai “amat murah” kepada masyarakat. Anindya, yang saat ini aktif sebagai Sekretaris Jenderal The Asia Pasific Media Forum, dengan bersemangat menguraikan panjang lebar tentang landasan logis untuk berani tampil berbeda dari lembaga penyedia jasa telekomunikasi lainnya di tanah air.
Secara gampang, ia mengambil contoh pengalaman dari dunia penerbangan Indonesia yang telah memunculkan “pemenang” dari kelompok maskapai baru yang notabene “baru seumur jagung” dibandingkan pemain lama. Sebutlah Air Asia dan Lion Air yang dalam waktu tidak lebih dari 3 tahun tampil sebagai perusahaan penerbangan papan atas di tanah air melalui konsep tiket murah, dan bahkan terbang gratis selama setahun. Kenyataan ini merefleksikan bahwa keuntungan tidak hanya dapat dihitung dari seberapa besar selisih modal dengan penjualan, tetapi melalui perhitungan berapa banyak produk yang terjual. Kongkritnya, walau keuntungan satuan barang kecil tetapi terjangkau oleh lebih banyak konsumen, maka keuntungan tetap akan diraih oleh sebuah perusahaan, apapun jenis usahanya.
Fenomena tarif murah Esia kembali membuktikan bahwa filosofi “kebermanfaatan bagi orang banyak” serta “kesederhanaan”, tidak perlu mahal, adalah sebuah prinsip hidup yang bernilai kebenaran. “Tidak penting banyak untung dalam sekejap, yang paling dibutuhkan adalah konsistensi dan kontinuitas. Harga murah itu penting bagi sebagian besar masyarakat kita, dan bila dalam harga murah itu kita masih bisa memetik keuntungan walau sedikit, mengapa kita ragu untuk melakukan bisnis dengan harga murah?” demikian komentar Anindya setengah bertanya.
Berdasarkan pengalaman di tahun 2007 lalu, dimana Esia dapat membukukan 3,8 juta pelanggan produk perusahaannya, Anindya yang menyukai olahraga lari marathon ini, menargetkan pencapaian angka 7 juta pelanggan Esia pada tahun 2008. Angka itu diharapkan dapat bertambah hingga 10,5 juta di tahun 2009, dan ia optimis di akhir 2010, Esia akan digunakan oleh tidak kurang 14 juta pelanggan. Pencapaian angka spektakuler itu tentu bukan sesuatu yang mudah, di tengah persaingan yang amat ketat di antara para pebisnis telekomunikasi yang semakin bertambah jumlahnya. Namun, semangat jiwa muda yang dibarengi oleh kemampuan melakukan inovasi menjadi kunci sukses bagi seorang Anindya Novyan Bakrie.
Selamat berkarya Pak Anin!
Sabtu, 27 November 2010
WISATA AIR
.
Membayangkan kapal wisata di kapuas seperti ini tentunya bukan hal yang tidak mungkin, kita kapuas sudah punya alam yang sangat mendukung dan pemerintah kayaknya dapat menggarkannya...kalo bisa..wah asyik nih..
Membayangkan kapal wisata di kapuas seperti ini tentunya bukan hal yang tidak mungkin, kita kapuas sudah punya alam yang sangat mendukung dan pemerintah kayaknya dapat menggarkannya...kalo bisa..wah asyik nih..
Jumat, 26 November 2010
Kamis, 25 November 2010
MUHAMMAD AFFANDI
Bismillah..Muhammad Affandi konon nama asli aq di berikan oleh kedua orang tua, lahir di Amuntai HSU Kalimantan Selatan belasan tahun yang lalu..heeee...dari Bapak Abdul Manab (Almarhum) dan wanita mulia Ibunda tercinta Kartasiah (Almarhumah).
Dikeluarinnya sih terakhir2 gitu dari rahim setelah 7 kakak aq duluan liat dunia ini...banyak anak banyak rejeki..hihihi....bener atau tidaknya pepatah itu ntar aq buka juga deh..
SEKOLAH JURNALIS INDONESIA UEY..
Terbangun dari tidur....maaf aq langsung menuju laptop yang nyala sejak tadi malam...posisinya di samping tempat tidur aq, jadinya ya langsng online deh....tapi ga buka Facebook atau Twitter tapi buka Blogger ini....dan saat buka tempointeraktif tangan ini ke klik di Sekolah Jurnalis Indonesia yang di buka di Bandung...hmmm...boleh juga nih pikir ku..
pendidikannya cuma sekitar 1 bulan, biayanya sekitar 5 juta an gitu...hmm....jadi menggebu gebu nih...UDAH AH..MIKIRNYA DI KAMAR MANDI AJA AH, SAMBIL .........KAN BIASANYA BISA MUNCUL TUH IDEA NYA, iDEA Cari duitnya githuuuh... ok deh hampir jam 7 nih...lanjut di sono aja hehehee....
Daftar alamat kantor cabang PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)
Berikut ini adalah Daftar alamat kantor cabang PWI Cabang PWI
(Persatuan Wartawan Indonesia)
di seluruh Indonesia
D.I. ACEH
Jalan Kuta Alam No. 3
Simpang Limong.
Banda Aceh 23121
Tel : 0651-31059/25955
Fax : 0651-32139
Jalan Kuta Alam No. 3
Simpang Limong.
Banda Aceh 23121
Tel : 0651-31059/25955
Fax : 0651-32139
SUMATERA UTARA
BALAI WARTAWAN
PARADA HARAHAP
Jalan Adinegoro . Medan. 20235
Tel : 0651-526188 / 536202
BALAI WARTAWAN
PARADA HARAHAP
Jalan Adinegoro . Medan. 20235
Tel : 0651-526188 / 536202
RIAU
BALAI WARTAWAN
Jalan Sumatera No. 6 Pekanbaru28116
Tel : 0761-22974 Fax : 0761-38743
BALAI WARTAWAN
Jalan Sumatera No. 6 Pekanbaru28116
Tel : 0761-22974 Fax : 0761-38743
SUMATERA BARAT
Jalan Bagindo Aziz Chan No. 8 A
Padang. 2 5 2 1 1
Tel : 0751-25900
Fax : 0751-25900
Jalan Bagindo Aziz Chan No. 8 A
Padang. 2 5 2 1 1
Tel : 0751-25900
Fax : 0751-25900
JAMBI
Jalan Jakarta Ujung
Kotabaru – Jambi
Tel : 0741- 443855
Fax : 0741-52386
Jalan Jakarta Ujung
Kotabaru – Jambi
Tel : 0741- 443855
Fax : 0741-52386
SUMATERA SELATAN
Jalan Supeno No. 11 Talang Semur
Palembang. 3 0 1 3 5
Tel : 0711-357692
Fax : 0711-361076
Jalan Supeno No. 11 Talang Semur
Palembang. 3 0 1 3 5
Tel : 0711-357692
Fax : 0711-361076
BENGKULU
Jalan Pembangunan No. 3
Bengkulu. 3 8 2 2 5
Tel : 0736-20838
Fax : 0736-20559
Jalan Pembangunan No. 3
Bengkulu. 3 8 2 2 5
Tel : 0736-20838
Fax : 0736-20559
LAMPUNG
Jalan Ahmad Yani No 4
Bandar Lampung. 3 5 1 1 5
Tel : 0721-264747
Fax : 0721-267891
Jalan Ahmad Yani No 4
Bandar Lampung. 3 5 1 1 5
Tel : 0721-264747
Fax : 0721-267891
JAKARTA
Jalan Veteran No. 7C ( Atas )
Jakarta . 1 0 1 1 0
Tel : 021-3458276,3458293
Fax : 021-3841351
Jalan Veteran No. 7C ( Atas )
Jakarta . 1 0 1 1 0
Tel : 021-3458276,3458293
Fax : 021-3841351
JAWA BARAT
Jalan Wartawan II/44 Buah Batu
Bandung. 4 0 2 6 5
Tel : 022 – 317572 / 316145
Fax : 022 – 4208595 / 4204588
Jalan Wartawan II/44 Buah Batu
Bandung. 4 0 2 6 5
Tel : 022 – 317572 / 316145
Fax : 022 – 4208595 / 4204588
JAWA TENGAH
Jalan Anjasmoro Raya Blok DD I/12A
Semarang. 5 0 2 4 1
Tel : 024-607114 / 605957
Fax : 024-607112
Jalan Anjasmoro Raya Blok DD I/12A
Semarang. 5 0 2 4 1
Tel : 024-607114 / 605957
Fax : 024-607112
SURAKARTA
Monumen Pers Nasional
Jalan Gajah Mada No 59. Sala.57131
Tel : 0271-711613 Fax : 0271-711613
Monumen Pers Nasional
Jalan Gajah Mada No 59. Sala.57131
Tel : 0271-711613 Fax : 0271-711613
DI YOGYAKARTA
Jalan Gambiran No 45
Yogyakarta. 55161
Tel : 0274-380266
Fax : 0274-380266
Jalan Gambiran No 45
Yogyakarta. 55161
Tel : 0274-380266
Fax : 0274-380266
JAWA TIMUR
Jalan Taman Apsari No.15-17
Surabaya. 60271
Tel : 031-5344276,5345410
Fax : 031-5473559
Jalan Taman Apsari No.15-17
Surabaya. 60271
Tel : 031-5344276,5345410
Fax : 031-5473559
B A L I
Komplek Nitipraja
Jalan Gatot Subroto,
Denpasar.80111
Tel : 0361-227319
Fax : 0361-227418
KALIMANTAN BARAT
Jalan Letjen Sutoyo No.24
Pontianak. 78111
Tel : 0561-61892-93
Fax : 0561-61894
Jalan Letjen Sutoyo No.24
Pontianak. 78111
Tel : 0561-61892-93
Fax : 0561-61894
KALIMANTAN SELATAN
Balai Wartawan Hj. Djok Mentaya
Jalan AS. Musaffa SH No. 16.
Banjarmasin. 70114
Tel : 0511-68087
Fax : 0511-58102
Balai Wartawan Hj. Djok Mentaya
Jalan AS. Musaffa SH No. 16.
Banjarmasin. 70114
Tel : 0511-68087
Fax : 0511-58102
KALIMANTAN TENGAH
Balai Wartawan
Jalan RTA Milono Km. 3
Palangkaraya.73111
Tel : 0536-22671
Fax : 0536-21471
Balai Wartawan
Jalan RTA Milono Km. 3
Palangkaraya.73111
Tel : 0536-22671
Fax : 0536-21471
KALIMANTAN TIMUR
Jalan Biola No.8
Samarinda . 75123
Tel : 0541-21550
Fax : 0541-21550
Jalan Biola No.8
Samarinda . 75123
Tel : 0541-21550
Fax : 0541-21550
SULAWESI UTARA
Balai Wartawan
Jalan Jend. Sudirman No. 3
Manado. 95122
Tel : 0431-854029
Fax : 0431-68304
Balai Wartawan
Jalan Jend. Sudirman No. 3
Manado. 95122
Tel : 0431-854029
Fax : 0431-68304
SULAWESI TENGGARA
Jalan Drs.H.Abd Silondae No.129
Mandonga Kodya Kendari. 93111
Tel : 0401- 390626
Fax : 0401-390626
Jalan Drs.H.Abd Silondae No.129
Mandonga Kodya Kendari. 93111
Tel : 0401- 390626
Fax : 0401-390626
SULAWESI TENGAH
Balai Wartawan
Jalan Sultan Hasanudin No.10.
Palu.94112
Tel : 0451-21020 –22222
Fax : 0451-423139
Balai Wartawan
Jalan Sultan Hasanudin No.10.
Palu.94112
Tel : 0451-21020 –22222
Fax : 0451-423139
MALUKU
Balai Wartawan
Jalan Sait Perintah No.48
Ambon.97126
Tel : 0911-52960
Fax : 0911-23617
Balai Wartawan
Jalan Sait Perintah No.48
Ambon.97126
Tel : 0911-52960
Fax : 0911-23617
NUSA TENGGARA BARAT
Balai Wartawan
Jalan Singosari No.1 Kekalik.
Mataram. 83127
Tel : 0370-31136
Fax : 0370-31070
Balai Wartawan
Jalan Singosari No.1 Kekalik.
Mataram. 83127
Tel : 0370-31136
Fax : 0370-31070
NUSA TENGGARA TIMUR
Balai Wartawan
Jalan Veteran. Kupang
Tel : 0370-31966 Fax : 0370-31966
Balai Wartawan
Jalan Veteran. Kupang
Tel : 0370-31966 Fax : 0370-31966
IRIAN JAYA
Jalan Kelapa Dua , Entrop
Jayapura. 99224
Tel : 0967-536287 Fax : 0967-536732
Jalan Kelapa Dua , Entrop
Jayapura. 99224
Tel : 0967-536287 Fax : 0967-536732
Langganan:
Komentar (Atom)
